TPP Jambo Aye Penuhi Data Kunjungan Lapangan Akhir Bulan
Menjelang akhir bulan, pemandangan yang hampir selalu sama tampak di Kecamatan Tanah Jambo Aye. Para pendamping desa sibuk menuntaskan laporan kunjungan lapangan. Di kantor camat, di warung kopi, atau bahkan di serambi rumah masing-masing, laptop dan ponsel kembali jadi teman akrab. Data kunjungan, foto kegiatan, hingga catatan hasil fasilitasi mulai disusun rapi agar tidak ada yang tertinggal sebelum laporan akhir bulan dikirim.
Tim Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Tanah Jambo Aye seakan sudah terbiasa dengan “ritual” ini. Namun, kesibukan akhir bulan bukan hanya soal memenuhi administrasi. Di balik tumpukan data dan formulir kunjungan, ada kerja nyata yang selama ini berlangsung senyap di lapangan. Mulai dari mendampingi TPK dalam pengukuran saluran irigasi untuk APBDes Perubahan, memfasilitasi musyawarah ketahanan pangan, hingga memantau progres Bumdes dan konvergensi stunting di desa-desa. Semua itu menjadi rangkaian kerja yang saling terkait dan berujung pada satu tujuan: memastikan pembangunan desa berjalan tepat sasaran.
Sebagai ujung tombak pendampingan, PLD dan pendamping kecamatan di Jambo Aye tahu betul bahwa laporan bukan sekadar formalitas. Data yang mereka kumpulkan adalah potret sejati dari dinamika desa. Di sanalah terlihat desa mana yang cepat bergerak, mana yang masih perlu dukungan lebih, dan mana yang sudah mulai mandiri. Laporan kunjungan lapangan menjadi cermin kecil dari arah besar pembangunan desa di kecamatan ini.
Tentu, pekerjaan ini tidak selalu mudah. Jarak antar desa di Jambo Aye tidak dekat, dan kondisi lapangan sering kali tidak menentu. Cuaca yang tak bersahabat, akses jalan yang rusak, bahkan kendala sinyal menjadi hal biasa. Namun, semangat untuk menyelesaikan tugas tetap tak surut. Di banyak kesempatan, para pendamping rela bekerja hingga malam demi memastikan data lengkap dan valid sebelum batas waktu pengumpulan.
Menariknya, kerja sama di antara anggota TPP juga makin solid. Koordinasi dilakukan hampir setiap hari, baik melalui grup WhatsApp maupun pertemuan langsung di kecamatan. Saling bantu menjadi kunci agar laporan tidak ada yang tertinggal. Ketika satu PLD menghadapi kendala teknis, yang lain siap membantu. Inilah wajah gotong royong dalam bentuk baru — bukan lagi mengangkat batu dan kayu, melainkan berbagi file, data, dan semangat agar semua laporan rampung tepat waktu.
Dari sisi pemerintahan desa, kehadiran TPP yang aktif juga memberi warna tersendiri. Banyak kepala desa dan perangkat mulai menyadari pentingnya dokumentasi dan pelaporan. Mereka melihat bahwa laporan kunjungan lapangan bukan hanya kewajiban pendamping, tapi bagian dari akuntabilitas bersama. Ketika data lengkap, desa pun lebih mudah merencanakan kegiatan, mengajukan perubahan APBDes, atau melaporkan capaian ke kabupaten.
Memenuhi laporan kunjungan lapangan di akhir bulan memang tampak sederhana, tetapi dampaknya besar. Data yang akurat membantu pemerintah menilai progres pembangunan desa, menentukan kebijakan, bahkan menyalurkan anggaran berikutnya. Dengan kata lain, kerja TPP Jambo Aye tidak hanya berhenti di meja laporan, tetapi ikut menentukan arah pembangunan desa-desa di Aceh Utara ke depan.

Catat Ulasan for "TPP Jambo Aye Penuhi Data Kunjungan Lapangan Akhir Bulan "