Praktek Baik Pemanfaatan Dana Desa 2025
Bidang: Ketahanan Pangan (Ternak Kambing Pedaging)
Nama PLD: Taufik Ishak
Desa: Seunubok Pidie
Kecamatan: Tanah Jambo Aye
Kabupaten: Aceh Utara
BUMDes Pengelola: Indah Mandiri
Tanggal Kegiatan: 21 Oktober 2025
1. Latar Belakang
Desa Seunubok Pidie tidak ingin hanya menjadi penonton dari geliat program nasional ketahanan pangan. Di tengah perubahan ekonomi dan naik-turunnya harga kebutuhan pokok, desa ini memilih jalan yang lebih dekat dengan kemampuan sendiri: membangun ketahanan pangan dari sektor peternakan rakyat.
Lingkungan desa yang hijau, ketersediaan pakan alami, dan kebiasaan sebagian warga memelihara kambing menjadi alasan logis lahirnya program pengembangan ternak kambing pedaging. Melalui BUMDes Indah Mandiri, pemerintah desa menetapkan kegiatan ini sebagai bagian utama dari alokasi 60% Dana Desa yang difokuskan untuk ketahanan pangan tahun 2025.
Dari pagu tersebut, tahap awal direalisasikan dalam bentuk pengadaan 59 ekor kambing pedaging. Jumlah itu bukan sekadar angka, tapi simbol langkah pertama menuju kemandirian ekonomi desa. Pendekatan yang diambil juga berbeda: bukan bantuan individu, melainkan pengelolaan secara kolektif, dengan tanggung jawab yang dibagi rata dan hasil yang dinikmati bersama.
Dengan pendampingan dari PLD Taufik Ishak, pemerintah desa, BUMDes, dan masyarakat bersama-sama merancang sistem pengelolaan sederhana namun terukur — mulai dari pembagian unit, jadwal pakan, hingga pencatatan keuangan. Semangatnya satu: membangun dari bawah, dengan tenaga sendiri, dan menjaga keberlanjutan usaha.
2. Tujuan Kegiatan
- Meningkatkan pendapatan masyarakat melalui usaha peternakan kambing pedaging.
- Menguatkan peran BUMDes Indah Mandiri sebagai pusat kegiatan ekonomi produktif desa.
- Mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan dari realisasi 60% Dana Desa.
- Mendorong pola kerja gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan aset desa.
3. Deskripsi Kegiatan
Kegiatan ini dijalankan secara bergotong royong melalui BUMDes Indah Mandiri, dengan total 59 ekor kambing pedaging yang dibagi ke dalam tiga unit usaha. Tiap unit dikepalai oleh seorang penanggung jawab yang mengkoordinasikan perawatan, pemberian pakan, serta pemantauan kesehatan ternak.
Kandang dibangun dari bahan lokal hasil swadaya warga — kayu, bambu, dan seng bekas yang disusun rapi di lahan milik desa. Dalam prosesnya, hampir seluruh kegiatan dikerjakan secara kolektif: warga menyiapkan pakan, membuat jadwal piket, dan bergantian menjaga kandang.
Pendampingan dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap unit menjalankan fungsinya dengan baik. Dalam setiap kunjungan, warga, kepala unit, dan pengurus BUMDes duduk bersama membahas hasil pemeliharaan, kendala pakan, serta rencana pengembangan. Diskusi semacam ini menjadi ruang belajar yang hidup; dari situ lahir pemahaman bahwa keberhasilan ketahanan pangan tidak diukur dari jumlah kambing semata, tapi dari kemampuan masyarakat menjaga dan mengelola dengan rasa tanggung jawab.
Kini, aroma pakan segar di pagi hari dan suara kambing di kandang menjadi penanda perubahan baru di Seunubok Pidie. Program yang semula dianggap kecil, kini mulai membentuk budaya kerja kolektif — warga tak lagi menunggu bantuan datang, tapi mulai belajar menghidupkan apa yang sudah ada.
4. Hasil dan Dampak
- Realisasi awal 59 ekor kambing pedaging dari pagu 60% Dana Desa untuk ketahanan pangan.
- Terbentuk tiga unit usaha peternakan di bawah koordinasi BUMDes Indah Mandiri.
- Kesehatan ternak baik, pertumbuhan stabil, dan tingkat kematian rendah.
- Warga mulai memahami dasar manajemen usaha ternak dan pencatatan keuangan sederhana.
- Tumbuhnya rasa tanggung jawab dan semangat gotong royong antarunit usaha.
5. Faktor Pendukung
- Ketersediaan pakan alami di sekitar desa.
- Dukungan penuh pemerintah desa dan BUMDes Indah Mandiri.
- Partisipasi masyarakat yang tinggi dan saling bantu antarunit.
6. Kendala
- Pengetahuan teknis warga tentang penyakit ternak masih terbatas.
- Ketersediaan vitamin dan pakan tambahan belum rutin.
- Sebagian kandang perlu diperkuat agar lebih tahan terhadap hujan dan panas.
7. Rencana Tindak Lanjut
- Menyelenggarakan pelatihan kesehatan ternak bekerja sama dengan petugas Puskeswan.
- Menertibkan sistem pencatatan hasil dan biaya di setiap unit usaha.
- Menyusun strategi pemasaran bersama menjelang Idul Adha.
- Mengupayakan penambahan populasi ternak dari hasil keuntungan tahap pertama.
8. Kesimpulan
Kegiatan ketahanan pangan melalui ternak kambing pedaging di bawah BUMDes Indah Mandiri Desa Seunubok Pidie menjadi contoh nyata bagaimana realisasi 60% Dana Desa bisa berdampak langsung bagi masyarakat. Dari 59 ekor kambing yang dikelola bersama, lahir kesadaran baru bahwa pembangunan tidak harus menunggu proyek besar — cukup dengan niat, kerja sama, dan pengelolaan yang jujur.
Program ini tidak hanya menghasilkan ternak, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai penting: tanggung jawab, gotong royong, dan keyakinan bahwa kemandirian desa bisa dimulai dari langkah kecil yang dikerjakan bersama.
@di ajukan oleh Taufik Ishak

Catat Ulasan for "Praktek Baik Pemanfaatan Dana Desa 2025"