Selamat Datang di Chanel Pendamping Desa Tanah Jambo Aye
Kunlap
BUMDes
Monev DD
Musrenbangdes

BI KUPI SIKHAN


Akhir bulan di Aceh selalu punya aroma khas — bukan aroma gaji, tapi aroma kopi setengah alias kupi sikhan atau dengan sebutan lain Kupi Pancong.

Inilah jurus sakti para pencinta kopi saat isi dompet tinggal dua lembar dan satu koin.

“Bi, kupi sikhan !” jadi mantra paling populer di warung.

Kadang ditambah gaya santai: “ Bi Kupi Pancong saboh !” — biar terlihat kalem, padahal dompet udah kering kerontang.

Kupi sikhan bukan cuma soal hemat, tapi bentuk perlawanan terhadap nasib.Ekonomi boleh seret, tapi kopi tetap jalan.

Gelasnya kecil, tapi semangatnya besar — seperti hati yang menunggu transferan.

Pelayan warung pun paham betul bahasa tubuh pelanggan akhir bulan: datang dengan langkah lesu, tapi tetap senyum saat kopi disuguh.Obrolan di meja tetap hangat. Dari politik sampai gosip kampung, semua dibahas sambil menyeruput kopi setengah isi.

Kadang tawa lebih banyak daripada kopinya.

Karena di Aceh, bahagia itu sederhana: asal ada kopi, dunia terasa baik-baik saja.

Dan begitulah, kupi sikhan jadi simbol kebersamaan sekaligus pembenaran atas mitos paling legendaris di Tanah Rencong:

“Jep kupi, bek pungo.”(minum kopi, agar tidak gila.)Jadi kalau kau lihat orang Aceh minum kopi setengah di akhir bulan, jangan kasihan.Dia cuma sedang menenangkan diri — antara pahitnya kopi dan pahitnya saldo rekening. ☕😄

 


Catat Ulasan for "BI KUPI SIKHAN"