Selamat Datang di Chanel Pendamping Desa Tanah Jambo Aye
Kunlap
BUMDes
Monev DD
Musrenbangdes

Pendamping Lokal Desa dan Arah Baru Ketahanan Pangan di Tanah Jambo Aye



Ketahanan pangan bukan sekadar urusan beras, melainkan tentang bagaimana desa mampu bertahan dan berkembang dengan sumber daya yang dimilikinya.

Di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, gagasan itu sedang diwujudkan melalui program budidaya kambing yang digerakkan lewat dana ketahanan pangan desa. Program ini tidak hanya soal ternak, tetapi tentang cara pandang baru terhadap pembangunan di tingkat akar rumput.

Pendamping Lokal Desa hadir di tengah proses itu sebagai penyambung antara konsep kebijakan dan realitas lapangan. Mereka memastikan setiap program tidak berhenti pada formalitas laporan, melainkan sampai pada sasaran: kesejahteraan masyarakat. Di lapangan, tugas itu berarti turun ke kandang, menyusuri lahan kering, berdialog dengan peternak, dan menyusun strategi sederhana agar kelompok ternak tetap produktif meski dalam keterbatasan.

Kambing menjadi pilihan yang rasional bagi desa-desa di Tanah Jambo Aye. Dari sisi ekonomi, hewan ini cepat berkembang biak dan memiliki nilai jual stabil. Dari sisi sosial, usaha ternak kambing menumbuhkan kerja sama antardusun dan memperkuat gotong royong yang mulai memudar. Dari sisi lingkungan, sistem pemeliharaannya pun adaptif terhadap kondisi lokal. Pendamping desa membantu menyatukan semua aspek itu agar berjalan dalam satu kerangka: desa yang mandiri dan berdaya saing.

Namun, perjalanan menuju kemandirian tidak selalu mulus. Masalah klasik seperti lemahnya manajemen kelompok, minimnya inovasi pakan, hingga kesulitan mengakses pasar masih membayangi. Di sinilah fungsi pendamping menjadi krusial bukan hanya membimbing teknis, tetapi juga memotivasi, menjembatani, dan memastikan arah program tetap pada jalur pemberdayaan.

Peran pendamping sejatinya tidak diukur dari banyaknya laporan atau proposal, tetapi dari seberapa kuat mereka menjaga semangat kolektif masyarakat desa untuk terus bergerak. Di Tanah Jambo Aye, semangat itu mulai tampak: warga menanam rumput gajah di pekarangan, kelompok ternak mencatat hasil produksi, dan beberapa desa mulai berpikir untuk mengembangkan pemasaran hasil ternak secara digital.

Salah satu contoh nyata adalah BUMDes Ingin Maju Desa Matang Jurong Kecamatan Tanah Jambo Aye Kabupaten Aceh Utara  , yang kini telah memiliki kandang komunal dan 59 ekor kambing indukan hasil program ketahanan pangan. Dengan sistem pemeliharaan berbasis kelompok dan dukungan teknis dari pendamping desa, BUMDes ini mulai menunjukkan geliat ekonomi baru. Diperkirakan dalam waktu setahun ke depan, usaha ternak tersebut mampu berkembang menjadi unit ekonomi produktif yang menopang kas desa sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar.

Sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD), kami berupaya ikut memberikan berbagai pengalaman, pendampingan, serta pandangan agar BUMDes Ingin Maju benar-benar menjadi maju seperti nama yang disandangnya. Pendampingan ini tidak hanya sebatas teknis peternakan, tetapi juga menyentuh aspek manajerial, pengelolaan usaha, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia di tingkat kelompok.

Jika usaha seperti ini terus berkembang dan BUMDes mampu berperan sebagai pemegang saham utama di tingkat desa, maka seyogianya desa akan mencapai kemandirian ekonomi dalam hitungan bulan, bukan tahun. Sebab di balik setiap kandang yang berdiri, terdapat potensi ekonomi yang berputar; di balik setiap kelompok ternak yang tumbuh, terdapat kemandirian yang sedang lahir.

Ketahanan pangan, dengan demikian, bukan tujuan akhir, melainkan proses membangun kesadaran kolektif bahwa kesejahteraan harus diusahakan bersama. Dan di Tanah Jambo Aye, proses itu sedang bergerak  tenang, pasti, dan memberi harapan baru bagi masa depan desa-desa di Aceh Utara.

Oleh:  Mr.Taufik Ishak👈

 

Catat Ulasan for "Pendamping Lokal Desa dan Arah Baru Ketahanan Pangan di Tanah Jambo Aye"