TJA SOSIALISASIKAN KETAPANG DESA 2025
Tenaga Pendamping Desa Tanah Jambo Aye menggelar sosialisasi tentang ketahanan pangan desa Tahun 2025 di Balai desa Kecamatan Tanah jambo Aye pada senin 24/2/2025.
Acara berlangsung mulai jam 14.WIB itu di ikuti oleh perwakilan Desa di Kecamatan Itu. Tampak nya banyak desa yang tidak memenuhi undangan yang telah dikirim beberapa waktu sebelumnya oleh Plh. Camat Tanah Jambo Aye Tersebut ujar salah satu peserta.
Namun dalam suasana besahaja itu turut juga hadir para perwakilan desa, pemeritahan kecamatan, para pendamping Desa dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Desa dari Kabupaten sebagai Nara Sumber. Bapak Plh. Camat Muhammad Yusuf sebagai pembuka acara, Menyampaikan dalam waktu yang sempit karena banyak undangan yang harus beliau penuhi, mengaharapkan program ketahanan pangan untuk desa benar benar di perhatikan agar sesuai program pusat dengan program desa.
Dalam paparan pertama Ibu Rina Hasnita salah satu Nara sumber dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Desa mengupas bahwa ketahanan pangan tahun ini adalah prioritas strategis Bapak Presiden Prabowo. Dan kami para tenaga ahli pemberdayaan desa telah berkonsultasi dengan pihak pemerintahan kabupaten seperti DPMG dan Inspektorat, dalam pertemuan itu tersimpulkan bahwa ketahanan pangan dari dana desa tahun ini wajib disalur melalui Badan Usaha milik Gampong (BUMG) dan Bapak Ispektorat juga menekankan bila desa tidak menganggarkan 20 % dana Desa kedalam BUMG akan menjadi temuan bila desa tersebut di audit oleh pihak nya.
Lebih lanjut ibu Rina Hasnita menekankan bahwa ada 3 opsi saluran bagi desa dalam mengelola ketahanan pangan ini, dan hal ini senada dengan keputusan mendes no 3 tahun 2025. Yang pertama melalui opsi BUMG, kedua melalui Lembaga Ekonomi desa ( Red: koperasi desa dll) dan ketiga TPK ketahanan pangan desa. Lebih Jauh Ibu Ibu Rina memaparkan ada bebarapa potensi yang dapat di lakukan BUMG dalam kegiatan Ketahanan Pangan ini seperti Pertanian, Perikanan dan Peternakan. dan ini harus sesuai dengan keadaan desa setelah dilakukan idetifikasi oleh desa dan pihak berwenang.
Namun menurut data dari Ibu Rina Hasnita, Kecamatan Tanah Jambo Aye dari 47 Desa 45 Desa telah di daftar BUMG nya pada Kemenkumham , dan 15 Desa diantaranya telah memiliki Sertifikat dari Menkumham. Jadi di Tanah Jambo Aye diharapkan alangkah lebih baik program ketahanan pangan ini di salurkan melalui BUMG agar pelaksanaan dan pengawasan nya maksimal. Ibu Rina Hasnita juga mengharapkan agar sebelum dana Pangan itu di transfer keu BUMG Desa harus dahulu melakasanakan Musyawarah Khusus di desa tentang Pangan untuk menyama pandang dalam program ketahanan pangan ini dan seterusnyan diperlukan langkah langkah pembenahan administrasi pada BUMG , seperti AD ART, QANUN BUMG dan SK Pengurus agar kita tidak melanggar ketetentuan administrasi pemerintahan. Dan bila pun ada BUMG yang stagnan beliau berharap agar desa mengevaluasi kepengurusan BUMG itu agar sehat kembali.
Selanjut nya dalam paparan itu bapak Ngaliman Tenaga Ahli Pemberdayaan Desa sebagai Nara Sumber Kedua juga memperkuat sebagaimana yang telah disampaikan oleh ibu Rina Hasnita sebagai nara sumber pertama. Dalam pada itu Pak Ngaliman MS sembari menjawab salah satu pertanyaan dari peserta bahwa program Ketahanan pangan ini adalah Keputusan Mentri Desa, Bukan keputusan Kami. Kami hanya di tugaskan untuk menyampaikan nya. Jadi Pak Ngaliman MS juga berharap agar Program ini di pandang serius oleh desa agar program desa selaras dengan program pusat.
( disiar oleh tim kunjungan lapangan).

Catat Ulasan for "TJA SOSIALISASIKAN KETAPANG DESA 2025"